Monday, December 28, 2009

Sejengkal Jarak Kebenaran

I miss you lover.

Mereka katakan kamu sesosok manusia. Sebuah status. Nama belakang.

Kau bukanlah semua itu, kau adalah substansi yg paling cair dan paling rekat. Kau mampu mengikuti lekukku yang tak sempurna dan menutupnya dengan kepribadianmu.

Kau adalah molekul terkecil dan maha luas. Kau bisa masuk begitu dalamnya, mengisi lubang hatiku, membuatku merasa begitu lengkap sekaligus begitu goyah ketika kau jauh.

Malam-malam kulalui dengan gambaran wajahmu begitu dekat, seakan-akan nafasmu adlh oksigen hidupku. Dan kau menghilang setiap kali ku membuka mata, hanya utk meyakinkan bhw ku blm jatuh gila.

Batin kita lekat dan kuat. Satu tampikan membuatku sakit, tapi satu senyuman meruntuhkan patah hatiku dan menyusunnya kilat secara ajaib.

Bangunkan aku dari mimpi burukku ini. Karena inti dari cinta, hubungan, dan komitmen adalah dua orang pribadi. Bukan seluruh atmosfer diantara mereka.

Sunday, December 27, 2009

Over & Over Again

Some people good in loving, some good in hurting.

Banyak sekali siku di diri manusia yang bisa melukai orang lain, lalu menambalnya, lalu menyakitinya, lalu mendempulnya, lalu...over and over again.

Kata bbrp kuis dan pengakuan teman terdekat, kemampuan terbaik saya adalah mencintai. Tapi sejujurnya saya pikir, apa yang keluar dari diri kita, ada dan terjadi karena pancingan eksternal.

Saat kita diperlakukan baik, kita cenderung lebih baik. Saat kita disakiti, kita bisa lebih kejam. Kalimat perlakukan orang lain seperti apa kita ingin diperlakukan, adalah sangat manusiawi. Tapi terkadang dalam sebuah lingkaran kita lupa, yang mana ayamnya, yang mana telurnya,

Saya tahu beberapa orang yang membangun, fasilitator..kemudian, follower yang selalu play safe, akan tetapi sejujurnya tipe yang paling kita hindari di seluruh dunia adalah tipikal orang yang selalu tahu bgmn menghancurkan perasaan yang fragile.

Seperti menyaksikan seorang atlit yg berusaha bangkit di tengah perlombaan, akan tetapi terus menerus diserang dengan "huuuu...loser!!!".

That's life...

I only wish I can release some of my pain..this open wound.

Tuesday, December 22, 2009

LOST

Oh God, I am lost. So fckin lost.

"Dimana kamu saat kugemakan suaraku?"
"Dimana hatimu saat aku hadir?"
"Dimana logikamu saat kupetakan kebenaran?"

I am so sorry God,
I am lost...so goddamn lost.

Jadikan aku putih,
jadikan aku hidup..
adakah semua senang tak tenang,
semua tenang tak senang?

Pls help me dear God.
I'm all ears..

Tell me about my prayers..

Saturday, December 19, 2009

What's tonight menu?

You can't ask for respect,
you can't buy love,
you can't order the situation to change.

That's the truth.

The Big L Word

Can U understand love, or at least die trying?

Cinta terkadang tidak masuk logika,
cinta terkadang tidak selalu membahagiakan,
cinta terkadang melelahkan,
tapi selama cinta itu besar dan tulus,
kita akan bertahan.

Begitu banyak kesalahan kita dalam berkomunikasi,
begitu banyak pertanyaan, bantahan, argumen, emosi.

Can I understand love, or am I just a heartless bitch?

Kebenaran Sekilas Yang Menakutkan

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, apalagi bila kita berbicara tentang kebenaran. Tidak pernah ada kebenaran yang mutlak. Tiap harinya kebenaran selalu bergerak, bergeser, sebagaimana manusia bangun tiap paginya, berkembang dan bertambah, mundur dan menciut tergantung pribadinya.

Setiap saya merasa diri saya benar, saya selalu menjadi takut. Jauh lebih takut dari saat saya merasa diri saya salah. Karena di dalam 'kebenaran sekilas' yang ada di otak dan hati nurani saya, selalu ada kemungkinan saya sedang melakukan tindakan yang salah. Entah salah caranya, entah salah waktunya, entah salah..ya benar-benar salah.

Seperti saat ini, saya sedang merasa 100% lelah (bukan ingin menyerah).

Bisa jadi saya kurang makan sehingga mood saya kacau, lalu jadi sensitif gara-gara chat sekilas. Bisa jadi saya lagi PMS sehingga tindak tanduknya seperti macan putih. Bisa jadi saya salah waktu, sudah tengah malam begini, lebih baik tidur dulu baru esok membersihkan kamar. Bisa jadi saya salah tugas, tidak seharusnya laki-laki membersihkan rumah, perempuan mencari nafkah. Bisa jadi saya salah perspektif, maksudnya cari aman, bukan berarti tidak mau tampil di muka umum. Bisa jadi pun penulisan saya di media ini 1000% salah.

Saya pilih opsi kedua saja deh, daripada perang dunia dimana-mana. Rasa-rasanya seluruh hati dan raga sudah jatuh berkeping-keping.

Menjaga Masa Depan

Terkadang kakiku menapak di lantai yang datar, akan tetapi debu membuatnya begitu kesat dan janggal.

Sungguh sulit untuk mengikuti angin yang bergerak kesana dan kemari. Kita sudah terlalu terbiasa dengan sang juru kemudi, hingga ketika kita bergerak dengan pikiran kita yang didominasi olehnya, ternyata yang kita pikirkan salah. Gerakan kita salah. Arah dan tujuan kita salah.

"Kenapa kamu seakan-akan terlalu takut?"

"Karena aku ingin menjaga masa depan kita," kata sang juru kemudi.

Lalu berbagai peristiwa dan kondisi terjadi, perumpamaan dan ramalan dilontarkan.

Akan tetapi langkah bicaraku salah, atau mungkin hari ini yang kian terik hingga otakku meleleh menutupi hati, hingga kata "cape juga" terlontar.

So sorry, just trying to put on your shoes.

Dan ternyata...itu salah.

Friday, December 18, 2009

Paragraf Untukmu

Saya menulis seperti tahu apa yang harus ditulis. Tapi sebetulnya tidak. Minggu ini bisa dibilang minggu yang berat. Penuh dengan roller coaster, dari awal hingga penghujung hari. Belum lagi kerinduan yang tidak dapat terbantahkan. Sepertinya selalu kurang waktu untuk bersama, benar-benar "bersama".

I just want to spend my days with you. Watch the sun go down..go down..go down..when the sun goes down. I don't wanna grow old, but yes I wanna be Mica..Nini..Grams with you. Please be with me, grow old with me =)

Thursday, December 17, 2009

Start Counting

If it’s good enough for you, it’s good enough for me..

Terkadang kita tidak benar-benar menempatkan diri kita di dalam sepatu seseorang, terkadang kita hanya berlagak lebih pintar, berlagak lebih benar, atau paling tidak merasa begitu. Tapi sayangnya arogansi kita terlalu besar untuk dapat menyimpannya diam-diam. Kita lalu mengatakannya begitu saja, terlalu cepat dan terlalu parah untuk bisa kita tarik kembali (dan oh, bisa jadi terlalu “keras”).

Begitu banyak perdebatan, urat-urat yang menegang, emosi yang terbuang percuma.

Well, if it’s good enough for you..it’s good enough for me. Mungkin keluarga tidak bisa kita pilih, tidak seperti sahabat dan kekasih. Akan tetapi selayaknya kita bisa mencintai sahabat dan kekasih yang kita pilih, kita juga bisa menghargai keluarga mereka.

U may not like them or accept them with all of your heart, but at least try to respect them. Show some sympathy.

Tuesday, December 15, 2009

H to H

Pernahkah Anda merasa begitu dekat dengan seseorang padahal jarang bertemu? Pernahkah Anda merasa begitu jauh dengan seseorang padahal tiap hari bersama?

Kalimat, "little distance will keep you close," menurut saya lebih mudah dipahami dari perkataan jauh di mata dekat di hati.

Mungkin jawabannya ada di kekuatan berpikir kita.

Menurut sebuah penelitian; setelah empat tahun, hubungan dengan cinta akan habis sehabis-habisnya, tanpa tersisa. Yang ada hanya kebutuhan emosional dan kebutuhan fisik (dibaca dengan mudah : seks).

Sedangkan menurut penelitian yang lain, hubungan bisa tahan berpuluh-puluh tahun dengan cinta, karena romantisme yang dibangun di sela-sela neuron otak hingga berpengaruh pada perilaku satu sama lain.

Romantisme menurut saya, bukanlah cokelat, bunga, kartu, perhiasan, kunci mobil (this last one..hmm, saya berubah pikiran). Romantisme adalah suatu hal, perasaan, kebutuhan antara dua orang yang tidak dapat ditutup-tutupi. Begitu hangat dan bergejolak, saling menjaga dan melayani, mencintai dan menghargai, menjadikan satu sama lain poros hidup masing-masing.

Hal ini bukanlah suatu bentuk ketergantungan, karena itu akan beralih judulnya menjadi obsesi. Akan tetapi romantisme adalah pilihan sadar dan dewasa untuk memberi tahu pasangan (apapun itu) bahwa kita membutuhkan mereka, dan selalu mengingat mereka.

Sederhana saja, menawarkan sesuatu ketika kita sedang berbelanja di supermarket..memberikan kue kering berinisial namanya..mengganti aksesoris yang kita pakai dengan suatu hal yang dia lebih suka..menelpon tukang bengkel untuk mengurus mobilnya..tahu kebutuhannya jauh sebelum dia meminta kita untuk mengurusnya..tersenyum ketika dia sedang mengalami hari yang buruk..mengetahui dengan detail makanan kesukaannya..membuatnya nyaman dengan berkata "U're great, U're sexy, your hair is beautiful."..mengambilkannya minum saat berada di rumah teman kita..mau melakukan hal-hal penting buatnya yang menurut kita tidak penting.

Itulah hal-hal romantis yang membuat hati tetap hidup. Kejutan-kejutan kecil. Kebersamaan yang berkualitas.

Lalu bagaimana kita melakukannya?

First thing first, pastikan betapa tepatnya pilihan kita. Kedua, perhatikan bagaimana kekurangan dan kelebihannya melengkapi kita dan begitu juga sebaliknya. Ketiga, gunakan logika untuk mengetahui apa yang dia, Anda, kalian inginkan.

From heart to head..and back to the heart.

LOVE is all you need.

Sunday, December 13, 2009

Logika, Fokus dan Konsistensi

Hari ini saya membuat dua buah ikrar.

Yang pertama adalah kembali menulis secara rutin, entah di blog puisi, esai, ataupun menyelesaikan daftar urutan buku yang ingin diterbitkan. Paling tidak setengah jam satu harinya. Kemudian yang kedua adalah, menyelesaikan lembar per lembar berbelas buku dan majalah yang sudah saya beli tapi belum tersentuh. Juga setengah jam lamanya tiap hari.

Sayangnya saya lupa mengatakan bahwa seharusnya membaca didahulukan dari menulis. Karena setiap penulis pada dasarnya membutuhkan 'bahan bakar' untuk 'melaju' kata jadi kalimat dan kalimat jadi paragraf. Jadi paling tidak saya akan bercerita sedikit ttg percakapan antara saya dan seorang teman, yang berkunjung malam hari ini.

"One thing I hate about MLM...hiperbolanya itu loh."

"Gak semuanya sih, tapi emang rata-rata orang susah yang jadi sukses..bukan orang kaya menjadi sangat kaya."

Ada apa dengan mentalitas masyarakat negara berkembang? Senang mendengar kisah orang susah, ibarat sinetron, dari yang sengsara banget lalu hidupnya berubah 180 derajat. Perbedaannya, kalau di MLM itu selalu dengan berjuang, dan di sinetron biasanya karena ditaksir oleh anak orang kaya.

Well, seperti pelajaran bisnis, pada tingkatan tertentu modal yang berasal dari hutang akan membuat aset dan value yang jauh lebih tinggi dibandingkan modal yang berasal dari actual cash. Sama halnya dengan logika orang susah jadi orang hebat ini; zero to hero.

Semakin rendah titik awalnya, papan lontar atau jungkit akan membawa melambung tinggi. Tentunya dengan beberapa syarat. Yang pertama adalah logika, yang kedua fokus, dan yang ketiga adalah konsistensi. Ketiga hal ini tentu di luar faktor eksternal dan garis tangan manusia.

Secara logika, bisnis atau kegiatan Anda BISA mendapatkan untung.
Berdasarkan fokus, spesialisasi Anda MAMPU utk menjadikan Anda seorang expert.
Karena konsistensi, cepat atau lambat Anda PASTI berhasil.

Perbedaan antara hal biasa dan mustahil hanya satu, waktu kita mencapainya. Tidak ada suatu hal yang tidak mungkin.

Ambillah kata mungkin tersebut, kemaslah dalam pikiran dan hati Anda menjadi PASTI (bila hal tersebut baik untuk diri Anda).

Terkadang, mengetahui dengan bijak kapan harus berhenti, jauh lebih penting daripada memutuskan kapan harus memulai.

Wednesday, December 09, 2009

Walk The Talk

Dalam suatu perbincangan, cinta sering dipertanyakan. Bila tidak ada pertanyaan, untuk apa pula diperbincangkan?

Semakin sulit suatu cinta, semakin diperjuangkan dan semakin diyakini. Well, itu semua tergantung dari mindset atau cara berfikir kita.

Pada saat kita menghadapi kerikil, akankah kita melewatinya begitu saja dengan meloncatinya, ataukah kita menginjaknya. Pada saat kita menghadapi batu besar, apakah kita berputar melewatinya, ataukah kita berusaha keras memindahkannya. Pada saat kita menghadapi truk molen, akankah kita merangkak di bawahnya, atau masuk ke balik kemudi dan memindahkannya.

Apabila suatu hal itu sangat berharga dan hanya satu-satunya, apa sajakah yang berani kita korbankan untuk mendapatkannya? Akankah setelah pengorbanan itu kita masih menjadi pribadi yang sama?

Terkadang, sehebat-hebatnya cinta, terlalu banyak pengorbanan akan mengikis pribadi kita, merubah sudut pandang kita, memanusiakan kita. Dan hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan pengorbanan itu, ada baiknya kita bertanya...is it really takes two to tango? Or is it just me and myself?

Seize the day, life like there's no tomorrow, without regrets.